Pada akhirnya, studi ini diharapkan jadi jalan keluar dari masalah resistensi antibiotik, yakni kondisi saat bakteri jadi kebal terhadap obat yang dirancang untuk membunuhnya.
Penelitian Sarah Pitt dan timnya yang diterbitkan dalam British Journal of Biomedical Science (2019) menguji manfaat lendir bekicot untuk paru-paru.
Protein yang memiliki efek antimikroba dalam lendir bekicot diklaim membantu pengobatan infeksi paru-paru akibat bakteri Pseudomonas aeruginosa pada pasien fibrosis kistik.
Fibrosis kistik atau cystic fibrosis (CF) adalah suatu kelainan yang menyebabkan kerusakan serta memicu produksi lendir tebal dan lengket pada paru-paru.
Strain bakteri Pseudomonas aeruginosa (P. aeruginosa) yang memicu infeksi paru-paru pada pasien CF kini telah mengalami resistensi terhadap antibiotik sehingga penemuan obat baru tentu berguna untuk menanganinya.
Sarah Pitt, Ph.D.
Peneliti mengekstrak lendir dari bekicot yang hidup di alam liar. Lalu, lendir ini dimurnikan untuk memisahkan setiap jenis protein di dalamnya.
Selanjutnya, peneliti menilai aktivitas antimikroba pada strain P. aeruginosa yang berbeda, baik dari laboratorium maupun sampel bakteri dari pasien CF.
Hasil penelitian menunjukkan setidaknya ada empat jenis protein dalam lendir bekicot yang membantu menghambat pertumbuhan semua strain bakteri P. aeruginosa.
Salah satunya, yakni protein 37,4 kDa atau Aspernin, mampu menyerang bakteri penyebab infeksi paru-paru dan berpotensi sebagai pengobatan baru di masa depan.
Editor : John.W













