KORDANEWS – Sejak ambles pada Kamis (4/5/2023) lalu, jembatan kuning di Kecamatan Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir kini dibuatkan akses darurat ala kadarnya.
Agar tetap dapat dilalui kendaraan, aparat TNI-Polri, BPBD dan dibantu warga, menimbun salah satu lajur jalan di jembatan dengan tanah.
Kondisi jembatan dengan akses darurat tersebut diawasi oleh warga karena takut terjadi kecelakaan fatal.
Penimbunan sengaja hanya pada salah satu lajur jalan mengingat pondasi jembatan yang turun sekitar 1,5 meter.
Jika kedua lajur jalan ditimbun, dikhawatirkan jembatan akan semakin ambles sehingga salah satu akses penting di Ogan Ilir itu putus total.
Dilanjutkannya, warga akan terus berjaga di lokasi jembatan ambles hingga ada kepastian perbaikan jembatan.
Mengingat jembatan kuning merupakan urat nadi perekenomian masyarakat di Payaraman yang sebagian besar merupakan petani karet.
Warga asal Ogan Ilir yang berdagang ke pasar dan bekerja di Prabumulih serta Muaraenim, diyakini sangat kerepotan jika jembatan ambles tak dapat dilalui.
Sementara berdasarkan keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Ilir, jembatan ambles tersebut dibangun pada tahun 1985 dan kini usianya hampir 40 tahun.
Kalaksa BPBD Ogan Ilir, Edi Rahmat mengatakan, dari segi usia, perlu adanya perbaikan karena jembatan tingginya mobilitas masyarakat khususnya kendaraan.
Banyaknya aktivitas truk tonase yang lalu-lalang juga disebut Edi menjadi salah satu faktor amblesnya jembatan.
Ditambah faktor alam yakni aliran air di bawah jembatan juga cukup deras sehingga menggerus pondasi jembatan.
Salah satu pondasi jembatan pun disebut menggantung dan tidak menancap ke tanah sehingga terjadilah ambles.
Editor : Admin.













