Risiko Gangguan Kesehatan akibat Diet Karnivora
Selain manfaat-manfaat yang telah disebutkan di atas, diet karnivora diketahui juga bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan. Beberapa penyakit dan kondisi yang bisa terjadi akibat diet ini adalah:
Tekanan darah tinggi (hipertensi)
Daging yang menjadi makanan utama saat menjalani diet karnivora mengandung lemak jenuh dan kolesterol. Kandungan lemak jenuh ini dapat meningkatkan kadar lemak jahat (LDL) yang bisa membuatmu berisiko mengalami gangguan pada sistem kardiovaskular.
Selain itu, daging olahan yang tersedia di pasaran umumnya mengandung banyak garam. Jika kamu mengonsumsinya ketika menjalani diet karnivora, maka ini dapat meningkatkan risiko terjadinya tekanan darah tinggi.
Sembelit
Saat menjalani diet karnivora, kamu tidak mengonsumsi makanan yang berasal dari tumbuhan. Padahal, makanan yang berasal dari tumbuhan, seperti sayur dan buah, mengandung serat yang penting untuk menjaga kesehatan saluran cerna dan melancarkan BAB.
Oleh karena itu, ketika kamu tidak mendapatkan asupan serat yang cukup dari sayur dan buah karena menjalani diet karnivora, kamu pun berisiko mengalami sembelit.
Kekurangan beberapa nutrisi penting
Karena tidak bisa mengonsumsi biji-bijian, buah, sayur, serta kacang-kacangan saat menjalani diet karnivora, kamu akan berisiko tinggi kekurangan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh dari tumbuhan, seperti vitamin dan mineral.
Kekurangan nutrisi dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan, seperti gampang lelah, konsentrasi menurun, hingga mood mudah berubah. Bahkan, kekurangan nutrisi juga bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga membuatmu mudah terkena infeksi.
Diet karnivora memang memiliki beberapa manfaat. Namun, belum ada penelitian yang menguji efektivitas dari diet jenis ini dan tidak semua orang bisa melakukan diet karnivora.
Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk melakukan diet karnivora, kamu disarankan untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu, terlebih bila kamu memiliki kondisi medis tertentu.
Editor : Babayaga













