Kades dan perangkat Desa Bakung lalu mendatangi pabrik pengolahan ubi tersebut. Setelah dicek, ternyata ada kebocoran Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) perusahaan, sehingga limbah mengalir ke anak sungai.
Menurut Kades, pihak perusahaan bertanggung jawab dengan menyediakan air bersih untuk kebutuhan mandi cuci kakus atau MCK.
Selain itu, sebanyak 30 kepala keluarga di Desa Bakung yang terdampak pencemaran limbah, mendapatkan bantuan air minum.
“Bantuan satu galon air minum per kepala keluarga, selain air bersih untuk MCK,” terangnya.
Selama proses pembersihan limbah pada embung dan anak sungai, lanjut Kades, pihak perusahaan juga akan membangun sumur bor di dua titik.
“Perusahaan berjanji akan membersihkan limbah yang ada di sungai dengan menggunakan alat berat, sumur bor akan digarap,” imbuhnya.
Dibeberkannya, baru kali ini terjadi kebocoran IPAL sejak perusahaan tersebut beroperasi satu tahun lalu.
“Makanya dampak pencemaran limbah sangat terasa saat memasuki musim kemarau,” jelasnya.
Sementara saat coba dikonfirmasi, pihak perusahaan tempat pabrik pengolahan ubi sedang tidak beroperasi.
“Sebaiknya kalau mau ke sini bisa hari Senin, karena hari ini libur,” kata seorang petugas jaga perusahaan tersebut.
Editor : Admin.













