“Hasil investigasi diketahui bahwa penyebab kebocoran adalah karena sabotase oleh oknum yang tidak dikenal. Akibatnya, selain terjadi insiden lingkungan, kami juga mengalami kerugian 3 (tiga) unit gate valve 2 inchi. Untuk itu, kami telah melaporkan kejadian ini kepada pemerintah dan polsek setempat,” ungkap Tuti.
Lebih lanjut, Tuti mengucapkan terima kasih atas kerja sama masyarakat dan pemerintah setempat yang sudah memberikan informasi dan berkoordinasi dengan baik dan cepat dalam penanganan insiden ini.
“Kami berharap semua lapisan masyarakat dapat turut serta menjaga Objek Vital Nasional (Obvitnas) untuk memastikan kelancaran operasi perusahaan, sehingga kami dapat memenuhi kebutuhan energi bagi seluruh masyarakat Indonesia,” pungkas Tuti.













