Kriminal

Ditreskrimsus Polda Sumsel Bongkar Gudang Pengoplosan LPG Subsidi

×

Ditreskrimsus Polda Sumsel Bongkar Gudang Pengoplosan LPG Subsidi

Share this article
Kordanews – Gudang pengoplosan gas elpiji dibongkar Unit IV Subdit I Tipid Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel.
Anggota menangkap tersangka Slamet Widodo di sebuah gudang di Desa Cinta Kasih, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muara Enim, Selasa (25/7/2023).
Tidak hanya menangkap tersangka anggota anggota juga turut membawa barang bukti berupa 558 tabung gas elpiji subsidi 3 Kg dalam keadaan kosong.
Kemudian tabung gas elpiji subsidi 3 Kg dalam keadaan berisi sebanyak 122 tabung, tabung gas 12 Kg dalam keadaan berisi sebanyak 14 tabung.
Selanjutnya tabung gas 12 Kg kosong sebanyak 60 tabung, satu buah alat penyuntik, satu buah timbangan hingga satu unit mobil pick up Grand Max.
Wadir Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan, bahwa terungkapnya kasus pengoplosan gas elpiji bersubsidi ke non subsidi ini berkat informasi dari masyarakat.
“Kita mendapatkan informasi dari masyarakat yang mengatakan, bahwa gudang di Desa Cinta Kasih, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muara Enim. Menjadi tempat gudang penyimpanan dan pengoplosan gas elpiji 3 Kg ke 12 Kg,” ujarnya, Rabu (9/8/2023).
Dari informasi itulah anggotanya melakukan penyelidikan dengan mendatangi gudang tersebut. Hingga akhirnya menangkap tersangka beserta barang buktinya langsung anggota bawa ke Mapolda Sumsel.
“Atas ulahnya tersangka kita jerat dengan dua pasal, tentang Undang-undang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman penjara selama enam tahun. Dan tentang perlindungan konsumen terancam hukuman penjara selama lima tahun,” jelas dia.
Sementara itu, tersangka Slamet mengatakan, bahwa ia belajar pengoplosan gas elpiji dari YouTube. “Saya belajar pengoplosan ini dari YouTube. Dengan modal awal Rp72.000 untuk membeli empat buah tabung gas elpiji 3 Kg,” aku dia.
Kemudian empat tabung gas elpiji 3 Kg ia pindahkan ke tabung elpiji 13 Kg dengan cara menggunakan alat pemindah gas. Yang bagian bawanya di letakan es batu untuk mendinginkan pemindahan gas.
“Saya jual gas elpiji oplosan 12 Kg dengan harga Rp200 ribu ke daerah Muara Enim dan PALI. Baik di Indomaret, Alfamart maupun agen-agen,” tambahnya.
Sehingga per tabung gasnya ia mendapatkan keuntungan Rp128 ribu. Dan untuk kegiatan satu bulan mampu mengoplosan 40 tabung dan meraup untung Rp5,1 juta.
“Saya sudah melakukan aksi pengoplosan ini satu bulan terakhir ini, dan untuk mendapatkan tabung gas elpiji 3 Kg dalam jumlah banyak. Saya mendapatkannya di dua agen berbeda yang ada di PALI,” terang dia.
Sedangkan untuk usaha pengangkutan dan penyimpanan tabung gas elpiji sudah satu tahun terakhir. “Untuk hasilnya saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” tandasnya. (Ndik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *