KORDANEWS – Musim Kemarau saat ini mulai dirasakan warga Kabupaten Ogan Ilir seperti di Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir.
Warga yang tinggal di bantaran sungai ‘mati’ ini kesulitan air bersih. Pasalnya warga setempat memanfaatkan air yang bisa dibilang air comberan, karena sungai yang keruh dan kotor tersebut tidak mengalir.
Menurut Nenek Masiah 70 Tahun) pihaknya menggunakan air bak kubangan untuk mandi dan mencuci serta kebutuhan lainnya.
“Kejadian ini setiap tahun terjadi pada saat musim kemarau tiba, katakan biasa tidak juga, karena kalau ada air bersih kami lebih memilih air bersih, karena tidak ada terpaksa menggunakan air ini untuk MCK,” tuturnya, Kamis 24 Agustus 2023.
Hal senada juga diungkapkan Jalilah, 50 Tahun) air yang berwarna kuning pekat serta berbau ini digunakan pihaknya untuk mandi cuci kakus.
“Kami tak punya pilihan, jadi terpaksa mengunakan air tersebut untuk keperluan sehari-hari,” katanya.
Air yang digunakan saat ini, butuh waktu hari untuk diendapkan. “Dua hari kita tampung dulu airnya, agar jika di gunakan tidak gatal-gatal,” ungkapnya.
Lebih lanjut katanya, jika pada puncak nya kemarau mereka terpaksa mengali sumur darurat untuk mendapatkan sumber air.
“Kalau untuk minum, kita beli air galon pak, masa kita minum gunakan air ini, Kadang Sehari Satu Galon, karena orang susa seperti kami ini mengirit,” imbuhnya.
Untuk itu, pihaknya berharap agar bisa menikmati air PDAM Tirta Ogan. “Ya, harapannya air PAM bisa mengalir agar kami bisa menikmatinya.,” tukasnya.
Firli Komara, Kades Simpang Pelabuhan Dalam mengaku, pemerintah desa sudah berupaya, Untuk mengharapkan aliran air PAM Tirta Ogan.
“Namun sudah satu tahun di pasang instalasi PDAM Tirta Ogan, hingga kini belum juga di aliri air,” katanya saraya mengaku tidak tahu ada apa.
Editor : Admin.













