Sementara itu, pasangan yang bersantai di akhir pekan bisa menghabiskan sepanjang hari di tempat tidur, sehingga memungkinkan durasi berhubungan intim bisa dilakukan lebih lama.
Selain itu, Anda dan pasangan yang tinggal dengan lebih banyak orang di rumah juga lebih mungkin untuk melakukannya dalam waktu lebih singkat dan frekuensi bercinta lebih sedikit.
3. Usia
durasi bercinta
Pernahkah Anda mendengar ungkapan “usia tidak bisa berbohong” yang merujuk pada performa dan stamina tubuh yang tidak sekuat di saat muda?
Ungkapan tersebut ternyata tidak sepenuhnya salah. Pasalnya, orang yang sudah lanjut usia kerap mengalami penurunan gairah dan membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai orgasme.
Tak hanya itu, beberapa masalah kesehatan yang sering menghampiri orang lanjut usia juga dapat memengaruhi tingkat gairah dan durasi bercinta.
4. Tingkat stres
Frekuensi dan durasi berhubungan intim juga dapat dipengaruhi oleh tingkat stres yang dialami Anda atau pasangan.
Riset dalam jurnal Archives of Sexual Behavior (2021) yang melibatkan 657 pasangan di Singapura menunjukkan adanya penurunan aktivitas hubungan intim karena tingkat stres dan kelelahan yang tinggi.
Stres dan kelelahan secara tak langsung dapat menurunkan gairah, sehingga hubungan intim jadi aktivitas yang tak lagi menyenangkan untuk dilakukan dalam durasi lama.
Fokus
5. Masalah kesehatan
Beberapa pasangan yang mempunyai masalah dengan durasi bercinta bisa dipengaruhi oleh kondisi kesehatan tertentu, seperti ejakulasi dini.
Ejakulasi dini merupakan kondisi pelepasan sperma yang terjadi lebih cepat daripada yang diinginkan.
Akibatnya, durasi hubungan intim jadi sangat singkat dan pasangan belum mendapatkan kepuasan yang sama atau orgasme.
Editor : babayaga











