“Melihat potensi produksi komoditas bawang merah Jawa Timur yang surplus dengan lebih dari 40% pasokan berasal dari Kabupaten Nganjuk, rombongan Pemerintah Daerah Sumsel, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, dan para distributor bawang merah Sumsel melanjutkan kunjungan lapangan ke sentra bawang merah di Desa Pandean, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk dalam rangka inisiasi KAD komoditas bawang merah.” tambahnya.
Lebih lanjut dikatakannya,Turut hadir pada kegiatan tersebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Moch. Choirur Rofiq dan Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sumsel, Hengky Putrawan, S.Pt., M.Si yang diterima langsung oleh Bupati Nganjuk, Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M., MBA di Pendopo Krt. Sosro Koesoemo, Nganjuk.
“Kegiatan kunjungan lapangan tersebut menghasilkan rencana KAD antara Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kabupaten Nganjuk serta Pemerintah Kota Palembang dan Pemerintah Kabupaten Nganjuk di tingkat Government to Government (G to G) maupun Business to Business (B to B). Ke depan, kegiatan ini diharapkan tidak hanya mampu memenuhi pasokan komoditas bawang merah di Sumsel tetapi juga mampu mendorong transfer pengetahuan teknologi pertanian untuk optimalisasi produksi bawang merah di Sumsel. Lebih lanjut, dalam sambutannya Bupati Marhaen membuka lebar potensi kerja sama di sektor lain seperti industri dan pariwisata.” tutupnya. (eh)
Editor : Admin.













