“Ini dapat menjadi akses untuk mempercepat tukar menukar komoditi. Pengiriman hasil pertanian dan perdagangan dapat semakin cepat tiba di lokasi tujuan. Dan yang utama adalah menghemat biaya operasional,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUBM-TR Provinsi Sumsel M. Affandi menjelaskan, jika pembangunan jalan tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2019.
“Ini memang jalan baru, karena sebelumnya jalan ini tidak ada. Bahkan sejak desa ini berdiri,” katanya.
Menurutnya, di masa kepemimpinan Gubernur Herman Deru dan Wakil Gubernur Mawardi Yahya, pemerataan pembangunan masif dilakukan.
“Ini bukti aksi nyata di sektor pembangunan daerah yang dilakukan di masa kepemimpinan HDMY. Dampak pembangunan ini yakni peningkatan ekonomi kedua wilayah,” tuturnya.
Dia menyebut, pembangunan ini dilakukan secara bertahap sejak tahun 2019 hingga tahun 2023. “Kita harap jalan ini mempercepat mobilitas ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Admin.













