Kandungan gula di dalam madu dapat berinteraksi dengan bakteri yang terdapat di dalam plak gigi. Hal ini mengakibatkan bakteri memproduksi asam.
Dalam jangka panjang, asam yang dihasilkan dari bakteri ini akan perlahan merusak enamel gigi dan membuat gigi berlubang atau timbul karang gigi.
4. Berpotensi menyebabkan keracunan
Tidak hanya madu biasa, madu mentah pun juga bisa menimbulkan efek samping jika dikonsumsi berlebihan. Efek bahaya madu mentah yang mungkin terjadi adalah keracunan.
Mengutip situs Centre for Food Safety HongKong, lebah madu mencari makan hingga beberapa kilometer dari sarangnya, sehingga madu yang mereka hasilkan juga sering kali berasal dari berbagai jenis tanaman, termasuk tanaman beracun.
Seseorang yang mengalami keracunan madu mentah dapat mengalami gejala seperti mual dan muntah. Pada kasus yang parah, kondisi ini dapat menyebabkan tekanan darah rendah, syok, hingga kematian.
5. Risiko botulisme pada bayi
Bayi berusia di bawah dua belas bulan berisiko terkena botulisme jika diberikan madu, terlebih lagi jika terus-menerus setiap hari. Hal ini karena madu berpotensi mengandung bakteri Clostridium botulinum yang dapat menghasilkan racun ketika tertelan.
Racun ini dapat mempengaruhi sistem saraf dan menyebabkan bayi mengalami kelemahan otot, sembelit, lemas, hingga kesulitan bernapas.
Oleh sebab itu, WHO menganjurkan untuk tidak memberi makan madu pada bayi berusia dibawah 1 tahun.
6. Alergi
Meskipun jarang terjadi, makan madu setiap hari dalam jumlah yang berlebihan juga dapat menimbulkan reaksi alergi bagi sebagian orang.
Gejala alergi yang mungkin muncul dapat berupa gatal-gatal, ruam, sesak nafas, sakit perut, pusing, hingga diare.
Kondisi ini juga dapat berujung pada syok anafilaksis, yakni reaksi alergi berat yang dapat berakibat fatal jika tidak segera diatasi.
Oleh sebab itu, jika Anda mengalami tanda-tanda alergi setelah mengonsumsi madu, sebaiknya segera konsultasikan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Editor :John.W













