“Setelah kami bandingkan dari data per Desember 2023 ke 2024 Januari ini, titik banjir dari 113 turun menjadi 37 genangan banjir, dan durasi genangan air tersebut durasinya tidak lebih dari 6 jam bahkan dibawah 2 jam sudah surut.” terangnya.
Menurutnya, meskipun ada beberapa wilayah yang tidak lagi digenangi air, dari tim kita tetap waspada akan timbulnya titik-titik baru yang berpotensi akan banjir. Seperti halnya yang menjadi perhatian kita secara intensif yaitu di Sekip Bendung dan Sungai Buah.
Lebih lanjut dikatakannya, ada data terbaru dari PUPR Kota Palembang, lokasi Banjir di Kota Palembang di beberapa Sub Daerah Aliran Sungai, antara lain sebagi berikut:
a. Sub Das Sekanak (7 lokasi genangan);
b. Sub Das Boang (lokasi genangan);
c. Sub Das Lambidaro (3 lokasi genangan);
d. Sub Das Bendung (6 lokasi genangan);
e. Sub Das Buah (4 lokasi genangan) ;
f. Sub Das Gasing (4 lokasi genangan) ;
g. Sub Das Borang (8 lokasi genangan); dan
h. Sub Das Ulu.
Ada tim yang kita bentuk yaitu, tercatat hampir 500 orang yang terbagi dalam beberapa tim, yakni sebagai berikut:
1. Memelihara drainase (10 tim);
2. Memelihara sungai (17 tim);
3. 2 tim khusus membongkar bangunan liar;
4. 3 tim kontruksi, perbaikannya /anak sungai;
5. 47 orang pekerja penjaga kolam retensi (dijaga 24 jam, 3 shift);
6. 12 orang pekerja penjaga sungai wajah kota, standby setiap hari menyusuri sungai khususnya yang di wajah kota (sub das bendung, sekanak, sungai aur dan sungai kedukan);
7. 2 tim jack hammer untuk membongkar bottle neck lebih cepat
8. Tim sosialisasi Marlina (Mari Kembalikan Jalan Air) sejak tahun 2022, yang saat ini sudah membongkar 300 bangunan liar yang mengganggu jalan air.
“Sedangkan untuk sarana dalam rangka menunjang upaya penanganan banjir, Pemerintah Kota Palembang memiliki
• 2 pompa mobile baru dengan kapasitas 500 liter/detik
• 5 pompa mini 50 liter/detik
• 3 alat berat exca mini
• 2 alat berat amphibious exca
• 1 alat berat exca standard” pungkasnya. (eh)
Editor : Admin













