Guru dan siswa siswi SMKN 1 Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir, harus benar-benar hati-hati saat berjalan di genangi air.
“Karena kan jalanan yang banjir ini licin, dikhawatirkan akan terpeleset kalau tidak hati-hati,” imbaunya.
Rahmi mengatakan, pihaknya juga terpaksa mengurangi jam belajar siswa di sekolah selama 10 menit. Sedangkan, untuk upacara dan olahraga ditiadakan.
Rahmi juga menambahkan, bahwa banjir yang dialami sekolahnya pada Jumat, 19 Januari 2024, lebih tinggi dibanding seminggu sebelumnya.
Menurut Rahmi, hal tersebut dikarenakan intensitas curah hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir cukup tinggi.”Hujan yang turun setiap hari menyebabkan debit air meninggi,” ujarnya.
Terpisah, Muhammad, salah seorang siswa SMKN 1 Pemulutan berharap, semoga banjir yang dialami sekolahnya ini cepat kering.
“Sehingga kami bisa melakukan aktivitas normal kembali di sekolah, misalnya upacara dan olahraga,” harapnya.
Editor : Admin













