“Iya, waktu kejadian ada satu ketek yang nahan rumah ini. Tidak lama berselang lama kami menyewa 4 unit ketek dan menarik rumah rakit ketempat lokasi semula. Alhamdulillah hari ini sudah ditempatnya lagi,” sambungnya.
Atas kejadian ini, Rita mengatakan kondisi rakitnya banyak yang rusak seperti dinding bawah jebol, jendela-jendela habis dan tempat untuk jemur kerupuk juga rusak.
“Kalau misal mau diperbaiki kemungkinan habis sekitar Rp 5 juta. Tapi atap rumah tidak rusak dan dinding juga masih bagus,” urainya.
“Sebenarnya rumah rakit ini hanya dipakai sebagai tempat usaha pembuatan kerupuk kemplang saja,” ucap Rita.
Guna kejadian serupa tidak terulang kembali, ia bersama suaminya memutuskan untuk menambah tambang pengikat agar lebih kuat dari sebelumnya 2 menjadi 3 titik.
“Selain itu kami juga akan memperbanyak lagi pelampung rakit ini, supaya lebih kuat menahan air sungai dan eceng gondok,” pungkasnya.
Editor : Admin













