“Kita patut berbangga bahwa wilayah Sumatera khususnya provinsi Sumatera Selatan dipilih menjadi titik kedua dari 5 wilayah yang ada di Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi.
Lanjutnya lagi, kinerja perekonomian telah menunjukkan pemulihan setelah mengalami tantangan luar biasa akibat Pandemi covid 19 yang terjadi di tahun sebelumnya.
Dikatakannya, pertumbuhan ekonomi di Sumsel tercatat tumbuh 5.08 persen yoy lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini tidak terlepas dari pendapatan asli daerah dan inflasi yang terkendali sepanjang 2023, juga didorong percepatan tranformasi digital. Hingga saat ini seluruh Pemda di Sumsel telah berada pada kategori digital dengan rata-rata skor 91,35 indeks. Digitalisasi di Sumsel telah diimplementasikan di berbagai sektor mulai dari ritel, pendidikan pemerintahan, keagamaan, dan masih banyak lagi.
Salah satu aspek yang menjadi katalisator bagi langkah percepatan digitalisasi adalah sistem pembayaran berbagai inovasi dalam sistem pembayaran digital telah mengubah cara transaksi di berbagai sektor sosial, ekonomi menjadi lebih cepat mudah murah aman dan handal atau kita singkat dengan cemumuah.
Kegiatan ini untuk refreshment dalam melakukan laporan tahun 2023 dan dibuka hingga tanggal 26 april 2024. Ini bisa menjadi bekal untuk pengisian laporan evaluasi TP2DD, ujarnya pula.
“Dengan sinergi dan koordinasi yang kuat manfaat digitalisasi akan terwujud sesuai dengan harapan, yaitu TP2DD Sumsel dapat menjadi yang terbaik dalam ajang championship 2024.” tutupnya. (eh)













