Peristiwa

Kos-kosan Tiga Lantai Di Ogan Ilir Ambruk Ternyata Memakai Rangka Bambu

×

Kos-kosan Tiga Lantai Di Ogan Ilir Ambruk Ternyata Memakai Rangka Bambu

Share this article
KORDANEWS – Kejadian yang cukup menghebohkan terjadi di Desa Pering, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir. Kos-Kosan permanen tiga lantai menggunakan rangka bambu Ambruk.
Ambruknya kos-kosan berlantai tiga ini terjadi sekitar pukul 17.00 Wib tepatnya kosan Retno depan SPBU Romi Harton samping Universitas Sriwijaya atau UNSRI.
Sariman, warga sekitar kos-kosan yang ambruk mengaku, kos-kosan ini dihuni para mahasiswa yang kuliah di UNSRI. “Kurang tahu penghuninya berapa banyak, yang pasti para mahasiswa,” katanya.
Alhamdulillah katanya, kejadian ini tidak memakan korban jiwa. Karena yang ambruk bagian balkon belakang tempat anak kos masak atau bagian dapur.
“Alhamdulillah katanya gak ada korban jiwa, makanya kita minta yang mahasiswa ngekos untuk absen, siapa tau ada korban dibawa reruntuhan bangunan ini,” katanya.
Pihaknya berharap, kiranya bangunan ini bisa dibongkar, mengingat pondasi terbuat dari bambu, bukan rangka besi.
“Ya kalau bisa dirobohkan bangunan ini, takutnya ke depan ambruk lagi, makan korban jiwa. Ini yang dikhawatirkan,” tegasnya.
Setahu pihaknya, bangunan kos-kosan ini sudah berdiri lebih kurang lima tahun. “Kalau berdiri, sudah ada sekitar lima tahun,” tambahnya.
Reruntuhan bangunan yang ada terlihat sedikit menggunakan rangka besi dan didominasi rangka bambu.
Puing bangunan juga menimpa dua rumah warga lainnya, akibatnya dua rumah warga juga mengalami kerusakan cukup parah dibagian dapurnya.
Tampak terlihat juga, para penghuni kos-kosan yang didominasi perempuan ini tampak panik ketakutan. Terlihat berkumpul didepan gedung kosa-kosan tersebut.
Para mahasiswa ini juga terlihat berbondong-bodong membawa barangnya keluar, untuk mengamankan barang-barangnya.
Rencana mereka akan keluar dari kosan tersebut untuk mencari kosan lain. “Untuk sementara numpang kosan kawan dulu,” tutur mahasiswi MIPA UNSRI ini.
Mahasiswi lain menyahut, kos-kosan tersebut dihuni lebih kurang 50 orang. “Jumlah Kosannya ada sekitar 50 juga,” timpal mahasiswi lain, penghuni kosan tersebut.
Sementara itu penjaga kos-kosan saat hendak diwawancara awak media, malah mengusir. “Keluar saja, kalau tidak ada kepentingan,” katanya dengan nada kasar meskipun awak media sudah mengaku dari media.
Editor : Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *