“Nanti kita cari solusinya bersama-sama. Kepada masyarakat diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan,” imbaunya.
Sebagaimana diketahui, tumpukan sampah rumah tangga tampak di dekat Terminal Tanjung Raja, Ogan Ilir, sejak beberapa hari lalu.
Selain merusak pemandangan, bau busuk menyengat dari sampah telah mengganggu aktivitas masyarakat terutama pedagang di seputaran terminal.
Menurut Imron, salah seorang warga, tumpukan sampah mulai tak terkendali terutama sejak dua hari sebelum Lebaran Idul Fitri.
“(Sampah) numpuk-numpuk sebelum Lebaran, ada sekitar dua hari. Makin hari makin banyak sampah,” ungkapnya.
Ditambahkan Imron, selama Ramadan dan Idulfitri, tingkat pembuangan sampah rumah tangga dari warga Kecamatan Tanjung Raja, memang sering meningkat.
Dan sebagian besar, warga di Tanjung Raja ini lebih memilih membuang sampah sembarangan, dibandingkan memasukkan sampah ke kotak sampah.
“Padahal sudah ada tempatnya, tapi ya begitu banyak warga yang langsung melempar begitu saja, tanpa dimasukkan ke tempat sampah,” katanya lagi.
Warga Sungai Pinang 1 Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir, mengeluhkan bau tidak sedap dari sampah yang menumpuk selama tiga hari ini.
Menurut Zul, warga Desa Sungai Pinang 1, sejak Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriah sampai hari ini, sampah-sampah rumah tangga yang diletakkan warga di pinggir jalan raya masih saja tergeletak.
“Sampah-sampah ini sudah tiga hari menumpuk di pinggir jalan, dan sudah mengeluarkan bau tidak sedap,” ujarnya, Jumat, 12 April 2024.
Zul berharap, petugas kebersihan bisa segera mengambil sampah-sampah rumah tangga yang sudah menumpuk selama tiga hari sejak Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriah.
Editor : Admin













