KORDANEWS – Salah satu penyakit yang paling sering menyerang tanaman cabe adalah serangan antraknosa dan bercak daun. Kedua jenis penyakit ini disebabkan karena jamur yang mengakibatkan pembusukan.
Penyuluh pertanian lapangan (PPL) Indralaya, Aldi bersama beberapa penyuluh lainnya melakukan monitoring lahan cabai merah. Berlokasi di desa Tanjung Sejaro, kecamatan Indralaya, Ogan Ilir.
“Tanaman cabe ini selalu ada serangan penyakitnya, namun tetap bisa diatasi. Saat kami melakukan monitoring, beberapa serangan hama yang terjadi itu seperti hama ulat, antraknosa, busuk buah, layufusarium hingga bercak daun,” jelasnya.
Tetapi serangan penyakit yang umum ditemukan adalah antraknosa dan bercak daun. “Antraknosa merupakan salah satu penyakit jamur paling serius pada cabai. Penyakit ini menyebabkan pembusukan buah sebelum dan sesudah panen,” terang Aldi.
Penyakit pada tanaman cabai ini disebabkan oleh jamur Colletotrichum spp atau Colletotrichum capsici.
Lanjut Aldi, serangan antraknosa ditandai dengan munculnya bintik-bintik hitam kecil melingkar pada kulit buah. Kemudian menyebar ke arah sumbu panjang menjadi lebih kurang berbentuk elips.
Saat infeksi berlanjut, bintik-bintik menjadi menyebar dan abu-abu hitam atau kehijauan maupun kotor. Dibatasi secara mencolok oleh garis luar hitam tebal dan tajam yang menutupi area berwarna hitam.
“Antraknosa biasanya berkembang dalam kondisi kelembaban tinggi ketika curah hujan terjadi setelah buah mulai matang. Penyakit ini lebih mungkin berkembang pada buah yang matang, meskipun dapat juga terjadi pada buah yang belum matang,” jelasnya.
Cara menghindari serangan penyakit antraknosa dapat dilakukan mulai dari penggunaan benih atau bibit cabai bebas patogen yang sehat. Cabut dan buang tanaman cabai yang terserang antraknosa lebih awal. Sambil membersihkan gulma yang menyebar di sekitar.













