“Setelah itu, hari dihindari genangan air di bedengan dan ladang pembibitan untuk menghindari infeksi jamur. Lahan harus memiliki drainase yang baik dan bebas dari sisa-sisa tanaman yang terinfeksi,” tukasnya.
Penanganan penyakit antraknosa dapat dilakukan dengan menggunakan fungisida karbendazim dengan takaran 2 gram per kg benih.
Sedangkan penyakit bercak daun yang menyerang tanaman cabe disebabkan oleh jamur Cercospora capsici. Gejalanya terdapat bercak-bercak bundar berwarna abu-abu dengan pinggiran coklat pada daun.
Semakin parah, daun akan berwarna kuning dan akhirnya berguguran. Penyakit ini biasanya menyerang pada musim hujan dimana kondisi kelembaban cukup tinggi.
“Penyakit ini menyebar saat jamur masih berupa spora dan bisa dibawa oleh angin, air hujan, hama vektor, dan alat pertanian. Spora jamur juga bisa terikut pada benih atau biji cabe,” terangnya.
Pencegahan terhadap penyakit ini dengan memilih benih yang sehat bebas patogen. Merenggangkan jarak tanam berguna meminimalkan serangan agar lingkungan tidak terlalu lembab. Pengendalian teknis bisa dilakukan dengan memusnahkan tanaman yang terinfeksi dengan cara dibakar. Bila serangan menghebat bisa diberikan fungisida.
Rekomendasi bagi petani disarankan untuk pengendalian oeganisme pengganggu tumbuh (OPT). “Tapi tetap kita arahkan dengan lakukan pencegahan efektif. Pencegahan secara teknis juga penting dilakukan, kalau sudah keliatan virus bercak kuning harus cabut langsung,” pungkasnya.
Editor : Admin













