Jika gejala asma membaik selama berjauhan dengan peliharaan, kemungkinan Anda memiliki alergi hewan yang bisa memperburuk penyakit asma.
Selain itu, penting untuk diketahui bahwa meskipun hewan sudah dipindahkan ke ruangan lain, bahkan ke luar rumah, reaksi alergi mungkin masih bisa muncul.
Pasalnya, pemicu alergi seperti bulu, kulit mati, atau air liur hewan mungkin masih menempel pada karpet, perabot, atau pakaian yang Anda gunakan.
3. Lakukan tes alergi
Cara paling akurat untuk memastikan alergi hewan peliharaan pada penderita asma ialah dengan melakukan tes alergi dengan dokter atau tim medis.
Pemeriksaan ini bisa menjadi cara akurat untuk menentukan apakah penderita asma boleh memiliki hewan peliharaan atau tidak.
Pastikan Anda melakukan tes alergi di klinik, puskesmas, atau rumah sakit yang menyediakan fasilitas ini. Hindari menggunakan alat tes alergi rumahan karena hasilnya belum tentu akurat.
Bagaimana jika Anda memang memiliki alergi hewan?
Jika hasil tes menunjukkan Anda positif memiliki alergi hewan, satu-satunya cara terbaik untuk mencegah kekambuhan asma yakni dengan tidak punya hewan peliharaan.
Hindari kontak secara langsung dengan hewan peliharaan apa pun. Apabila memungkinkan, usahakan untuk tidak mengunjungi rumah yang memiliki hewan peliharaan.
Jika memang harus berkunjung ke rumah tersebut, pastikan Anda mengonsumsi obat alergi terlebih dahulu dan selalu bawa obat untuk pertolongan pertama asma.
Walau Anda sudah memberikan hewan peliharan kepada orang lain karena sering memicu serangan asma, kondisi ini mungkin tidak akan langsung membaik.
Diperlukan waktu hingga enam bulan untuk mengurangi alergen di rumah. Walau hewan peliharaan telah dikeluarkan, Anda atau anak mungkin masih memerlukan obat-obatan asma atau alergi yang digunakan sebelumnya.
EDITOR : BABAYAGA











