KORDANEWS -Umbi-umbian digunakan oleh sebagian masyarakat Indonesia sebagai salah satu makanan pokok. Jenis tanaman ini memiliki kandungan utama karbohidrat, sehingga tidak jauh berbeda dengan nasi. Selain itu, tanaman umbi-umbian juga mudah dibudidayakan dan dapat tumbuh tumbuh subur di berbagai daerah.
Berikut ini adalah beberapa jenis umbi-umbian yang kaya nutrisi dan manfaat untuk kesehatan tubuh:
1. Singkong
Singkong adalah salah satu jenis umbi-umbian yang padat nutrisi. Singkong dapat diolah menjadi singkong rebus, tepung, maupun tape. Tak hanya murah, singkong juga mengandung beragam nutrisi
Karena ragam nutrisi tersebut, singkong baik dikonsumsi untuk memenuhi asupan nutrisi sehari-hari atau sebagai pangan pengganti nasi. Singkong juga membuat Anda kenyang lebih lama, sehingga baik dikonsumsi saat sedang diet atau hendak menjaga berat badan.
Kandungan vitamin C pada singkong memiliki efek antioksidan dan penting untuk menjaga daya tahan tubuh tetap kuat, sedangkan kandungan kalium pada singkong berperan penting untuk mengontrol tekanan darah.
Singkong juga mengandung serat, protein, dan antioksidan yang mampu mencegah dan mengatasi sembelit serta menurunkan risiko penyakit diabetes dan penyakit jantung.
Meski demikian, ingatlah untuk selalu mengonsumsi singkong yang telah matang sepenuhnya. Hal ini karena singkong mentah mengandung racun yang berbahaya bagi tubuh.
2. Ubi jalar
Ubi jalar memiliki rasa yang manis dan biasanya dikonsumsi dengan cara dikukus atau dipanggang. Jenis umbi-umbian ini juga bervariasi mulai dari ubi ungu, ubi kuning, maupun oranye, sering diolah menjadi salah satu makanan tradisional, yaitu kolak ubi jalar.
Ubi jalar merupakan salah satu sumber vitamin A dan beta karoten terbaik. Kandungan vitamin A pada ubi jalar bahkan jauh lebih tinggi daripada wortel. Vitamin ini berperan penting untuk menjaga kesehatan dan fungsi mata, memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, serta memperkuat daya tahan tubuh.
Selain itu, jenis umbi yang satu ini juga baik dikonsumsi untuk melancarkan pencernaan dan mengontrol tekanan darah.
Meski demikian, konsumsi ubi jalar mungkin perlu dibatasi bagi para penderita diabetes karena memiliki indeks glikemik yang cukup tinggi. Ini artinya, ubi jalar dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.












