KORDANEWS – Korban tewas akibat kebakaran rumah di Tanjung Raja, Ogan Ilir, telah dimakamkan oleh pihak keluarga.
Korban bernama Roni (65 tahun) itu dimakamkan di kampung halamannya di Sungai Pinang, masih wilayah Ogan Ilir.
Keponakan korban bernama Arianto mengungkapkan, dirinya berpisah dengan Roni pada Sabtu (7/9/2024) malam sekira pukul 21.00.
“Semalam ibu saya sakit, jadi harus pergi. Saya tinggal dulu almarhum sendirian,” kata Arianto ditemui di lokasi kebakaran, Minggu (8/9/2024) siang.
Arianto merupakan orang yang setia menemani korban selama mengalami stroke karena Roni hanya tinggal sendirian di rumah tersebut.
Diketahui korban telah berpisah dengan istri dan mulai terkena stroke sejak 2022 lalu.
“Jadi almarhum itu kena stroke di tangan dan kaki kiri. Semua kegiatan almarhum sehari-hari, saya yang bantu menyuapi makan, memandikan, dorong kursi roda, macam-macam,” ungkap Arianto.
Berhubung ada keperluan sangat mendesak, Arianto pamit kepada korban pada malam sebelum insiden kebakaran dan berjanji kembali pada pagi hari.
Keesokannya, Arianto mengaku kaget mendapat kabar rumah korban terbakar dan pria lansia tersebut sudah dibawa ke Puskesmas Tanjung Raja.
Arianto mengaku bertambah kaget saat mengetahui korban telah meninggal dunia.
“Ternyata almarhum sudah tidak ada. Kalau saja saya tidak pergi, ini (kebakaran hingga mengakibatkan korban tewas) tidak akan terjadi,” sesalnya.
Pantauan di lokasi kebakaran, rumah korban dipasang garis polisi.
Kapolsek Tanjung Raja AKP Zahirin mengatakan, penyebab kebakaran masih diselidiki.
Ditambahkannya, pihak keluarga korban menyampaikan kepada polisi bahwa menerima peristiwa kebakaran ini sebagai musibah.
“Keluarga, anaknya korban mengatakan tidak akan menuntut secara hukum dan menerima ini sebagai musibah,” kata Zahirin dihubungi terpisah.













