Peristiwa

Orang Tua Mahasiswi Yang meninggal Di Kosan Palembang Nyatakan Tidak Menutut Atas Meninggal Anak nya

×

Orang Tua Mahasiswi Yang meninggal Di Kosan Palembang Nyatakan Tidak Menutut Atas Meninggal Anak nya

Share this article

KORDANEWS – Orang tua mahasiswi salah satu Universitas Palembang yang ditemukan meninggal di dalam kamar kos mengaku ikhlas atas kepergian mendiang anaknya.

Saat ditemui awak media di kediamannya, Dusun 2, Desa Beti, Kecamatan Indralaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, ayah mahasiswi itu, Faisal terlihat ikhlas dengan kepergian anaknya.

“Pihak keluarga sudah menanyai orang terdekat anak-anak kami, kemudian kami lihat langsung keadaan anak kami,” tutur Faisal.

Kemudian imbuh dia, berdasar hasil visum luar dari tim dokter forensik RS Bhayangkara juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Tidak ada benturan-benturan keras, kecuali dia jatuh mau ke kamar mandi atau entah sesudah dari kamar mandi, itu hanya benturan di bagian muka,” ujarnya.

Pihaknya menilai musibah ini adalah sebuah kelalaian dan pelajaran bagi pihak keluarga.

“Mungkin ini pelajaran juga, kelalaian terlalu memporsir diri untuk belajar, lupa menjaga kesehatan, jadi sempoyongan dan terjatuh,” ucapnya pasrah.

Selain itu juga sambung Faisal, kelalaian karena anaknya ngekos seorang diri tanpa ada teman.

“Itu sudah terjadi, kita tidak baik kalau terlalu berandai-andai, kita  kembalikan ke Allah, itu takdir-Nya, memang takdir anak kami harus meninggal begitu dan Allah lebih mencintainya,” bebernya.

Atas kejadian ini juga, pihaknya tidak akan menuntut dan bersumpah bahwa kejadian ini murni karena kecelakaan tunggal.

“Jadi, pihak keluarga, istri, suami, anak, neneknya bersaksi membuat pernyataan tidak akan menuntut, murni inu kecelakaan tunggal dan kelalaian,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswi di Palembang meninggal dunia di dalam kamar kosannya.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Lebak Rejo, Lorong H. Abu Bakar No. 1149A RT 18 RW 06, Kelurahan Sekip Jaya, Kecamatan Kemuning, Kota Palembang, Rabu 25 September 2024 sekira pukul 12.30 WIB di kosan milik H Ismail.

Korban sendiri diketahui bernama Amanda Febrianti (20), warga Dusun 2 Desa Beti, Kecamatan Indralaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan ditemukan tidak bernyawa di depan kamar mandi kosannya.

Korban diketahui merupakan mahasiswi aktif di salah satu Universitas yang ada di Kota Palembang, kemudian langsung dibawa ke RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang.

Dari informasi pemilik kosan, H. Ismail (55) mengatakan, bahwa sekira pukul 08.00 WIB korban ditelepon oleh teman korban, M. Romzul Fayyad.

Namun tidak diangkat kemudian sekira pukul 08.00 WIB, kemudian saksi Romzul menemui dirinya untuk meminta kunci dan mencoba membuka pintu kamar korban.

“Karena masih tidak bisa dibuka kemudian Romzul mengembalikan kunci kepada saya, selanjutnya cowoknya ini menunggu di depan pintu kamar korban sambil mengetuk pintu kamar,” ujarnya.

Namun karena tidak ada jawaban cowoknya ini pun pulang ke rumah. Sekira pukul 12.30 WIB saksi Romzul datang lagi ke kosan miliknya dan meminta kunci kembali dengannya.

“Kemudian didampingi saya mencoba membuka pintu kamar dengan kunci duplikat, karena tetap tidak bisa dibuka kemudian kunci pintu dibuka paksa,” katanya.

Setelah terbuka tampak korban di depan pintu kamar mandi dalam keadaan berdarah pada bagian mulut dan hidung.

Selanjutnya saksi Romzul hendak memeluk korban, nmun dilarang H Ismail, selanjutnya saksi Romzul dan pemilik kost melaporkan kepada Ketua RT dan Lurah Sekip Jaya lalu dilanjutkan ke Polsek Kemuning.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *