KORDANEWS — Beredarnya video singkat dari salah satu calon Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru di media sosial yang menyebut istilah berobat gratis dan semacamnya sebagai kebijakan “jadul” mendapat reaksi keras.
Ade Indra Chaniago, pengamat politik dan mahasiswa doktoral Ilmu Politik di Universitas Indonesia, senin (14/10/2024) menilai bahwa pernyataan tersebut menunjukkan ketidakpahaman calon gubernur secara mendasar terhadap esensi politik dan sejarah perjuangan bangsa.
“Pertama, pernyataan itu menunjukkan bahwa sang calon gubernur tidak mengerti politik. Lebih ekstrim lagi, dia tidak memahami perjuangan para pendiri bangsa yang tertuang dalam Mukadimah UUD 1945,” ujar Ade. Menurut Ade, program sekolah gratis dan berobat gratis bukan sekadar program biasa, tetapi bagian dari amanat negara untuk memberikan akses pendidikan dan kesehatan yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kedua, Ia menilai bahwa pernyataan sang calon gubernur tersebut sebagai bukti bahwa yang bersangkutan tidak memiliki “sense of crisis” dan “sense of belonging”, atau tidak ada rasa memiliki dan rasa peduli terhadap rakyatnya.













