“Saya kader partai golkar sebagai ketua Harian sebetulnya ingin mengembalikan hak masyarakat yang namanya berobat dan sekolah gratis, masyarakat tidak mengerti istilah UHC, PSG yang dimengerti masyarakat adalah sekolah dan berobat gratis seorang pemimpin itu harus peka tentang kebutuhan masyarakat, melihat animo masyarakat dari info yang saya terima di laporkan sekitar ada 1000 dan ternyata yang hadir hari ini lebih dari 1500, artinya mereka sangat menginginkan perubahan untuk yang lebih baik lagi,” ujar mantan Ketua DPRD provinsi Sumsel ini.
Dirinya berjanji 12 Program unggulan Matahati ini selain sekolah dan berobat gratis, Pemberian insentif untuk pegawai P2UKD, atau petugas Penghubung urusan Keagamaan Desa, atau para P3N, RT/RW. Bantuan kepada Pondok Pesantren yang merupakan tindak lanjut dari peraturan Daerah yang seharusnya Perda itu dari Tahun 2022 namun sampai 2023 itu tidak ada peraturan Kepala Daerahnya, ” Baru di 2024 saya sudah menganggarkan untuk tahun 2025 sebagai ketua DPRD kemarin,” ungkapnya.
Lebih lanjut Anita menyampaikan program bantuan kepada Desa sebesar 20 juta Per desa yang berguna untuk karang taruna dan posyandu untuk mendampingi kegiatan kegiatan yang tidak bisa dianggarkan melalui bantuan desa dari APBN, begitu pula untuk kaum milenial dan Gen Z akan di libatkan dalam porsi agar mereka bisa menjadi pemuda untuk memimpin bangsa ini. Ada lagi bagi para petani kedepan akan diberikan bantuan dan pendampingan bagaimana petani bisa menjadi pengusaha untuk dirinya.
“Ada beberapa program meneruskan yang lalu, intinya program Matahati tidak ingin melihat masyarakat tidak sejahtera, Matahati tidak ingin melihat masyarakat tidak bisa sekolah, sampai kuliah kita akan memberikan beasiswa yang di biayai oleh pemerintah daerah, hal ini dibutuhkan untuk menuju sumsel bangkit bersama,” ungkapnya.













