Health

Influenza Tipe B

×

Influenza Tipe B

Share this article

Saat bersin, batuk, dan berbicara, air liur yang sudah terkontaminasi virus dapat bercampur di udara dan berpotensi untuk menempel pada mulut atau hidung seseorang.

Oleh karena itu, para penderita flu sangat dianjurkan untuk memakai masker setiap kali akan keluar rumah karena dikhawatirkan dapat menularkannya kepada orang lain.

Faktor risiko influenza
Berikut adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena influenza tipe ini.

Anak-anak di bawah usia 5 tahun, terutama yang berusia di bawah 2 tahun.
Orang dewasa berusia 65 tahun ke atas.
Sedang hamil atau hingga 2 minggu pascamelahirkan.
Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Orang dengan kondisi kronis, seperti diabetes, penyakit jantung, dan asma.
Komplikasi influenza tipe B
Menurut CDC, sebagian besar orang yang terkena flu akan sembuh dalam beberapa hari hingga dua minggu kemudian.

Akan tetapi, bagi Anda yang menderita flu dan tidak kunjung sembuh setelah beberapa minggu, bisa jadi Anda telah mengalami komplikasi.

Walaupun terlihat sepele, virus flu, seperti influenza tipe B, dapat mengancam jiwa Anda dan membuat Anda rentan terhadap berbagai penyakit, seperti:

sinus dan infeksi telinga,
radang paru atau pneumonia,
peradangan jantung (miokarditis),
gagal ginjal, dan
sepsis.
Diagnosis influenza tipe B
flu influenza

Untuk mendiagnosis influenza, ada tes yang umum dokter dilakukan, di antaranya berikut ini.

Tes molekuler. Tes ini dapat memberikan hasil yang cepat dan lebih akurat untuk menentukan apakah Anda terkena flu. Nantinya, dokter akan mengambil sampel cairan hidung atau mulut untuk diuji ke laboratorium.
Tes antigen. Tes ini digunakan untuk mendapatkan hasil dalam waktu kurang dari satu jam. Namun, tes ini kurang akurat bila dibandingkan dengan tes molekuler.
Cara mengatasi influenza tipe B
Penyakit flu, baik tipe A maupun B, dapat disembuhkan bila Anda melakukan istirahat cukup dan rutin minum obat.

Jika hal ini terjadi pada anak Anda, dorong anak agar mau makan makanan bergizi dan tetap terhidrasi.

Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu proses penyembuhan influenza B, antara lain berikut ini.

Beristirahat dan minum air putih. Ini karena demam yang tinggi dapat membuat Anda lelah dan rentan terhadap dehidrasi.
Mengonsumsi obat-obatan. Obat yang dapat menurunkan demam dan rasa pegal, seperti ibuprofen atau paracetamol.
Berkumur dengan air garam. Cara ini dapat membantu mengurangi gejala flu, seperti batuk dan sakit tenggorokan.
Menjaga jarak dengan orang lain. Ini untuk mencegah penularan penyakit, terutama anak dan orang dewasa, yang belum mendapatkan vaksin flu.
Obat antivirus. Obat ini dapat membantu mempersingkat waktu flu. Namun, obat ini tidak diperlukan untuk semua kondisi flu. Dokter biasanya akan meresepkan obat ini bila gejalanya tergolong parah dan memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi.
Cara mencegah influenza tipe B
Cara terbaik untuk mencegah flu, baik tipe A maupun tipe B, adalah dengan mendapatkan vaksin flu.

Selain itu, Anda juga dapat mencegah flu dengan cara berikut ini.

Menjaga jarak dengan orang sakit.
Tetap di rumah saat Anda sakit flu.
Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum dan sesudah makan.
Konsultasikan lebih lanjut kepada dokter untuk mendapat informasi lebih lengkap atau jika Anda memiliki keluhan seperti yang disebut di atas.

Editor : jhon.k

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *