Dalam pidatonya, Khairil juga menyoroti bahwa perempuan sering kali diremehkan dalam dunia politik, padahal mereka memiliki peran penting dalam menciptakan keseimbangan dan keadilan dalam proses pengambilan keputusan.
“Kita perlu mendorong perempuan untuk lebih aktif, baik sebagai pemilih yang cerdas maupun sebagai pengawas yang kritis,” ujarnya.
Ia juga mengajak perempuan untuk terlibat aktif dalam pengawasan setiap tahap pemilu, terutama pada fase-fase krusial.
Dengan pengawasan yang partisipatif, Bawaslu berharap terjalin kerjasama dengan masyarakat, khususnya perempuan, untuk memastikan pelaksanaan Pemilu Serentak berjalan dengan jujur dan adil, serta menghindari pelanggaran.
Khairil juga mengingatkan bahwa masyarakat memiliki hak untuk melaporkan hasil pengawasan dan menyampaikan dugaan pelanggaran terkait Pemilu Serentak 2024.(***)













