Sekwan juga menambahkan, isu yang menyebut Pj Bupati meminta bantuan untuk mengembalikan modal menjadi Penjabat Bupati lewat APBD adalah fitnah.
“Mengenai postingan yang menyebar itu, saya tidak tahu-menahu. Itu bukan keluar dari mulut saya,” katanya.
Kisruh ini muncul di tengah aksi unjuk rasa kelompok pendukung YPN yang mendemo rumah kabupaten dan melemparkan botol air mineral ke arah Pj Bupati. Aksi ini dinilai mencerminkan meningkatnya tensi politik di OKU, terutama menjelang Pilkada.
Pj Bupati Muhammad Iqbal sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan tersebut. Namun, kisruh yang melibatkan pejabat dan calon bupati ini menambah keruh situasi politik di OKU.
Sekwan Iwan Setiawan berharap semua pihak dapat menahan diri dan menjaga kondusivitas politik di OKU. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Pilkada harus berjalan dengan damai. Jangan sampai masyarakat terprovokasi oleh isu yang tidak jelas sumber dan kebenarannya,” pungkasnya.













