“Sumatera Selatan yang kita impikan bukanlah untuk sebagian, tetapi untuk seluruh rakyat. Kami ingin membangun masyarakat yang sejahtera dan bersama-sama meraih masa depan lima tahun ke depan,” tegas Anita.
Pidato ini mendapatkan apresiasi luas, tidak hanya dari para pendukung Matahati, tetapi juga dari pengamat politik. Bagindo Togar, salah seorang pengamat politik, menilai bahwa pernyataan penutup tersebut mencerminkan karakter kepemimpinan yang inklusif dan merangkul semua lapisan masyarakat.
“Pidatonya menunjukkan bahwa pasangan ini memahami tantangan yang dihadapi kelompok rentan, penyandang disabilitas, dan pentingnya peran jurnalis. Ini mencerminkan sosok pemimpin yang peduli dan inklusif,” ujar Bagindo.
Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumatera Selatan, Jon Heri, juga memberikan tanggapan positif. Menurutnya, jarang sekali calon kepala daerah secara terbuka mengapresiasi peran media dan jurnalis dalam debat publik.
“Ini langkah positif dari pasangan Matahati. Jarang sekali ada calon kepala daerah yang secara khusus mengapresiasi media dan jurnalis. Padahal, peran media sangat penting dalam menjaga kontrol sosial dan menyuarakan aspirasi masyarakat,” ungkap Jon Heri.













