Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung ketahanan pangan, Iptu Nugrah juga memaparkan program “Satu Desa, Satu Hektare,” yang diharapkan dapat diterapkan di seluruh desa di wilayah Pemulutan. “Kami menargetkan setiap desa memiliki lahan satu hektare untuk ditanami jagung. Namun, karena kondisi geografis Pemulutan yang sering tergenang air, program ini akan dijalankan sekitar bulan Mei atau Juni saat kondisi lahan lebih memungkinkan,” jelasnya.
Sementara Ketua kelompok tani jagung setempat, Haris, juga menyampaikan harapannya agar program ini terus mendapat dukungan, baik dari pemerintah maupun pihak kepolisian. “Panen kali ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bertani dan meningkatkan hasil produksi. Dengan adanya dukungan bibit, pendampingan, serta jaminan pemasaran, petani semakin optimistis dalam menjalankan usaha pertanian ini,” kata Haris.
Dengan keberhasilan panen jagung ini, diharapkan program ketahanan pangan di Ogan Ilir semakin berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani.(jml)
Editor : Surya S













