Dari hasil pemantauan sementara, belum ditemukan indikasi adanya praktik penimbunan barang, baik di tingkat pedagang pasar maupun distributor. Namun, tim gabungan akan terus melakukan pengawasan intensif untuk mencegah kemungkinan terjadinya praktik-praktik curang yang dapat merugikan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Disperindagkop dan UKM Ogan Ilir, Tapip, mengonfirmasi bahwa harga bahan pokok mengalami fluktuasi pada pekan kedua Ramadan.
“Berdasarkan hasil pemantauan kami, ada beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan harga, sementara sebagian besar masih dalam kondisi stabil. Namun, secara keseluruhan, harga masih terkendali,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Senin (10/3/2025).
Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian berkomitmen untuk terus mengawasi harga serta pasokan bahan pokok guna memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya selama bulan Ramadan tanpa kendala yang berarti. (jml)
Editor : Surya S













