“Sampai sekarang belum ada polisi yang datang. Mungkin udah ada izin dari pemilik rumah, tapi tetap aja, ini pesta nikah, bukan tempat dugem,” lanjut warga tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian Sektor Pemulutan, ataupun Polres Ogan Ilir terkait fenomena pesta pernikahan yang berubah menjadi ajang pesta narkoba tersebut.
Masyarakat berharap, kejadian ini dapat menjadi perhatian serius bagi aparat penegak hukum dan pemerintah daerah. Sebab, jika dibiarkan, bukan tidak mungkin pesta-pesta serupa akan menjadi ladang subur bagi peredaran narkotika dan minuman keras di desa-desa. (jml)
Editor : Surya S













