Dijelaskannya, diare kerap muncul akibat konsumsi air tercemar, sementara leptospirosis ditularkan melalui bakteri dari air kotor yang tercampur urine tikus. Situasi diperburuk oleh kurangnya pengelolaan limbah serta peran aktif vektor penyakit seperti lalat dan nyamuk.
Melalui semangat GERMAS, lanjut Azmi Dinas Kesehatan mengajak masyarakat melakukan aksi nyata yaitu gotong royong membersihkan lingkungan, memastikan pengelolaan air bersih yang optimal, memilah dan membuang sampah dengan benar, serta menghindari kontak langsung dengan limbah. Pengendalian vektor penyakit juga menjadi prioritas melalui penyemprotan dan pemberantasan sarang nyamuk.
Menanggapi situasi pasca banjir, Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha menyampaikan harapannya agar masyarakat dijauhkan dari berbagai penyakit. Ia juga mengimbau warga untuk tidak ragu mencari pertolongan medis jika mengalami gejala yang mencurigakan.
“Deteksi dini sangat penting. Jangan tunda untuk segera ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam, diare, atau keluhan pada kulit. Mari kita jaga kesehatan bersama, dan semoga kita semua senantiasa dijauhkan dari segala penyakit,” pungkasnya.













