3. Perdarahan
Konsumsi jahe diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan, terutama pada pasien yang sedang mengonsumsi obat warfarin, yakni obat yang berfungsi sebagai pengencer darah untuk mencegah pembekuan darah berlebih.
Studi kasus dalam jurnal Case Reports Medicine melaporkan bahwa seorang pasien yang mengonsumsi warfarin bersamaan dengan suplemen jahe sebanyak 48 mg per hari memiliki kadar INR (International Normalized Ratio) yang tinggi.
Kadar INR menunjukkan seberapa cepat darah membeku. Jika kadarnya tinggi, berarti pembekuan darah terlalu lambat dan meningkatkan risiko perdarahan.
Efek samping dari jahe ini diduga terjadi karena interaksi senyawa aktif dalam jahe dengan senyawa warfarin yang dapat memperkuat efek pengenceran darah.
4. Hipotensi
Efek samping minum jahe setiap hari, terutama dalam jumlah berlebihan, dapat meningkatkan risiko hipotensi atau tekanan darah rendah.
Hal ini terjadi karena jahe dapat membantu melebarkan pembuluh darah. Ketika pembuluh darah melebar, aliran darah menjadi lebih lancar dan tekanan darah menjadi turun.
Bagi sebagian orang, terutama penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi, efek ini mungkin bermanfaat.
Namun, pada orang dengan tekanan darah normal atau rendah, rempah ini bisa menyebabkan penurunan tekanan darah berlebihan.
Gejala yang bisa muncul akibat hipotensi meliputi pusing, lemas, penglihatan kabur, hingga pingsan. Risiko ini akan lebih tinggi pada pasien yang sedang menjalani terapi dengan obat antihipertensi (obat penurun tekanan darah).
5. Reasi alergi
Pada sebagian orang, konsumsi jahe dapat memicu reaksi alergi. Namun, efek samping jahe ini tergolong cukup jarang terjadi.
Reaksi alergi yang muncul bisa bervariasi, mulai dari gejala ringan hingga berat, seperti gatal pada kulit, ruam, iritasi di area mulut dan tenggorokan, atau sulit bernapas.
Gejala alergi biasanya muncul karena sistem imun tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap senyawa tertentu dalam jahe, yang dianggap sebagai zat asing atau berbahaya.
Jika Anda mengalami gejala alergi setelah mengonsumsi jahe, disarankan untuk menghentikan penggunaannya dan segera berkonsultasi ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut.
Meskipun dikenal bermanfaat, penting untuk diingat bahwa penggunaan jahe secara berlebihan atau di
Editor : Brom











