Gel Silikon: Terbukti efektif menghidrasi lapisan kulit terluar (stratum korneum), gel silikon dapat mengatasi perkembangan jaringan parut hipertrofik dan bekas luka operasi, termasuk luka operasi caesar.
Pembedahan: Dokter dapat melakukan operasi perbaikan untuk mengangkat jaringan parut, biasanya setahun setelah luka terbentuk. Namun, penting untuk diketahui bahwa ada risiko keloid muncul kembali setelah pembedahan.
Suntikan: Suntikan kortikosteroid efektif untuk mengatasi keloid dan jaringan parut hipertrofik. Kortikosteroid bekerja dengan mengurangi pembentukan kolagen berlebih dan menghambat peradangan luka.
Laser: Terapi laser dengan gelombang tertentu dapat digunakan untuk memudarkan jaringan parut. Prosedur ini bertujuan mengontrol kolagen pada luka, sehingga bekas luka menjadi lebih tidak kentara.
Dermabrasi: Prosedur ini menggunakan berlian atau sikat kawat halus untuk meratakan permukaan kulit dengan bekas luka. Dermabrasi memicu timbulnya lapisan kulit baru, membuat kulit tampak lebih mulus.
Krioterapi: Melibatkan penggunaan suhu dingin dari nitrogen cair pada jaringan parut. Suhu dingin ini menyebabkan sel-sel abnormal mati, sehingga pertumbuhan jaringan kulit tetap terkendali.
Selalu konsultasikan dengan dokter kulit untuk penanganan jaringan parut yang tepat. Mencoba-coba pengobatan sendiri justru berisiko menimbulkan luka baru atau memperburuk kondisi.
Editor : lou











