Kelola Stres: Stres dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan menurunkan gairah seksual. Cari cara positif untuk mengelola stres, seperti meditasi, yoga, atau hobi.
Cukup Tidur: Kualitas tidur yang baik sangat penting untuk energi dan keseimbangan hormon.
Hindari Kebiasaan Buruk: Batasi konsumsi alkohol dan hindari merokok, karena keduanya dapat memengaruhi aliran darah dan kesehatan seksual.
3. Eksplorasi dan Adaptasi
Tubuh berubah seiring usia, jadi mungkin perlu penyesuaian:
Coba Posisi Baru: Beberapa posisi seks mungkin lebih nyaman di usia lanjut, terutama jika ada masalah sendi atau nyeri punggung. Eksplorasi posisi yang tidak terlalu membebani tubuh.
Gunakan Pelumas: Wanita yang telah memasuki menopause sering mengalami kekeringan vagina. Penggunaan pelumas berbahan dasar air dapat membuat hubungan seksual lebih nyaman dan mengurangi rasa nyeri.
Fokus pada Keintiman Non-Penetratif: Seks tidak hanya tentang penetrasi. Ciuman, sentuhan, pijatan sensual, dan foreplay yang lebih lama dapat meningkatkan keintiman dan gairah.
Manfaatkan Alat Bantu: Jika diperlukan, penggunaan alat bantu seks seperti vibrator bisa menjadi alternatif untuk membangkitkan gairah.
4. Konsultasi Medis
Jika ada kekhawatiran tentang performa seksual, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat membantu mengidentifikasi penyebab masalah (seperti efek samping obat, kondisi medis tertentu seperti diabetes atau penyakit jantung, atau perubahan hormonal) dan memberikan saran atau penanganan yang tepat, termasuk:
Terapi Pengganti Hormon: Untuk wanita yang mengalami menopause, atau pria dengan kadar testosteron rendah, terapi pengganti hormon bisa menjadi pilihan (dengan pengawasan dokter).
Obat-obatan: Dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan jika diperlukan, misalnya untuk disfungsi ereksi. Penting untuk tidak mengonsumsi obat kuat tanpa resep dokter.
Herbal atau Suplemen: Beberapa herbal seperti ginseng, ginkgo biloba, pasak bumi, atau maca dipercaya dapat meningkatkan libido, namun efektivitas dan keamanannya perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
Dengan pendekatan yang tepat dan komunikasi yang baik dengan pasangan, kehidupan seksual di usia lansia dapat tetap aktif, memuaskan, dan mempererat ikatan hubungan.
Editor : bens











