“Diksar ini kami harapkan dapat menjadi ruang pembentukan calon pemimpin masa depan yang tangguh, sekaligus upaya preventif meminimalisir kenakalan remaja di wilayah kerja migas. Dalam jangka panjang, ini bagian dari strategi besar menjaga stabilitas energi nasional,” ujarnya.
Pendidikan karakter ini dibalut dengan pelatihan fisik dan mental dari Jasdam II Sriwijaya. Wakil Kepala Jasdam II Sriwijaya, Letkol Czi Ir. Agus Suwanto, S.T., M.I.P., menyampaikan bahwa bela negara tidak hanya dilakukan oleh tentara dan polisi, tetapi bisa melalui profesi apa pun selama dijalankan demi kemajuan bangsa.
“Para peserta ini adalah generasi terpilih. Kami harapkan mereka memahami pentingnya sektor hulu migas dan berkontribusi menjaga aset negara ini melalui jalur pendidikan dan wawasan kebangsaan,” tegasnya.
Materi yang diberikan dalam pelatihan meliputi wawasan kebangsaan, bela negara, disiplin, kepemimpinan, kerja sama tim, hingga edukasi dasar mengenai industri hulu migas. SKK Migas juga berharap agar kegiatan serupa bisa dikembangkan lebih luas lagi, mencakup lebih banyak pelajar di daerah lain.
Melalui sinergi antara sektor energi dan pertahanan, program ini diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda yang kelak menjadi penjaga masa depan Indonesia.













