KORDANEWS – Bagi wanita hamil, menjaga hidrasi tubuh dengan mengonsumsi air putih yang cukup bukan sekadar kebiasaan sehat, melainkan sebuah keharusan yang memiliki segudang manfaat vital. Kebutuhan cairan ibu hamil meningkat drastis untuk mendukung kesehatan diri dan pertumbuhan optimal janin.
Pentingnya Hidrasi Selama Kehamilan
Selama kehamilan, tubuh wanita mengalami banyak perubahan fisiologis. Volume darah meningkat hingga 40-50% dari sebelum kehamilan, dan tubuh juga harus memproduksi air ketuban untuk melindungi janin. Semua proses ini membutuhkan asupan cairan yang lebih besar. Rata-rata, ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi sekitar 2,5 hingga 3 liter cairan per hari, atau setara dengan sekitar 10 gelas air.
Manfaat Air Putih untuk Ibu Hamil
Mencukupi kebutuhan air putih selama kehamilan membawa dampak positif yang luas, antara lain:
Mencegah Dehidrasi: Dehidrasi adalah kondisi yang harus dihindari ibu hamil. Gejala dehidrasi meliputi pusing, sakit kepala, mulut kering, bibir pecah-pecah, urin berwarna kuning pekat, hingga kontraksi palsu. Dengan minum cukup air, ibu hamil dapat terhindar dari kondisi ini dan menjaga keseimbangan cairan tubuhnya.
Mendukung Pembentukan Air Ketuban: Air ketuban sangat penting sebagai bantalan pelindung bagi janin dan mendukung perkembangannya di dalam rahim. Asupan cairan yang cukup memastikan volume air ketuban tetap ideal.
Mencegah Infeksi Saluran Kemih (ISK): Ibu hamil lebih rentan terhadap ISK. Dengan banyak minum air, ginjal dan saluran kemih akan selalu teraliri, membantu membuang bakteri penyebab ISK melalui urine, sehingga mengurangi risiko infeksi.
Mengatasi Sembelit: Sembelit adalah keluhan umum pada ibu hamil, seringkali disebabkan oleh perubahan hormon dan kurangnya cairan. Air putih membantu melunakkan feses dan melancarkan sistem pencernaan.











