KORDANEWS – Persoalan sampah di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, kian mengkhawatirkan. Jika tidak segera ditangani secara serius dan sistematis, wilayah ini berpotensi masuk dalam kategori “darurat sampah” akibat pencemaran lingkungan yang makin parah dan meluas ke berbagai titik strategis.
Istilah darurat sampah merujuk pada kondisi lingkungan yang tercemar parah karena produksi sampah yang tinggi tidak diimbangi dengan sistem pengelolaan dan pengangkutan yang memadai. Fenomena ini mulai nyata terlihat di sejumlah lokasi penting, seperti di halaman depan Kantor Pos Indralaya, yang kini berubah menjadi area penumpukan sampah liar.
Ironisnya, kawasan kantor pos yang semestinya bersih dan tertata sebagai wajah pelayanan publik, justru dipenuhi tumpukan sampah yang nyaris tak pernah bersih. Kondisi serupa juga terlihat di sekitar Rumah Sakit Aroyan Indralaya, di mana bau menyengat dari sampah membusuk kerap mengganggu kenyamanan warga dan pengunjung rumah sakit.
“Sejak dulu tempat ini memang sering jadi lokasi pembuangan sampah liar. Mulai dari timbangan sampai ke kantor pos, tumpukan sampah selalu ada. Ini bukan rahasia umum lagi,” ujar Siska, seorang warga yang ditemui di sekitar lokasi, Senin (7/7/2025).
Permasalahan ini memperlihatkan adanya kelalaian dalam sistem pengelolaan lingkungan. Baik dari pihak pemerintah daerah yang dinilai kurang optimal dalam pengangkutan dan penindakan, maupun dari rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. “Entah petugasnya yang lalai, atau memang masyarakat yang masih kurang peduli,” tambah Siska.













