5. Mengurangi Risiko Penyakit Tertentu
Beberapa penelitian juga mengaitkan kecukupan vitamin D dengan penurunan risiko beberapa penyakit berbahaya di kemudian hari, seperti diabetes, penyakit jantung, dan bahkan beberapa jenis kanker. Meskipun penelitian lebih lanjut masih terus dilakukan, menjaga asupan vitamin D sejak dini tentu akan memberikan pondasi kesehatan yang lebih baik bagi balita.
Bagaimana Memenuhi Kebutuhan Vitamin D Balita?
Sinar Matahari: Paparan sinar matahari pagi (sebelum jam 10 pagi) atau sore hari adalah sumber vitamin D alami terbaik. Pastikan balita terpapar sinar matahari langsung (tanpa tabir surya) selama 10-15 menit, beberapa kali seminggu.
Makanan: Beberapa makanan yang kaya vitamin D adalah ikan berlemak (salmon, makarel, sarden), kuning telur, hati sapi, dan susu atau sereal yang telah diperkaya vitamin D.
Suplemen: Dalam beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan suplemen vitamin D, terutama jika balita memiliki risiko kekurangan vitamin D (misalnya, jarang terpapar matahari, kulit gelap, atau kondisi medis tertentu). Konsultasikan selalu dengan dokter anak sebelum memberikan suplemen.
Memastikan balita mendapatkan asupan vitamin D yang cukup adalah investasi penting untuk tumbuh kembang yang optimal dan kesehatan jangka panjang mereka.
Editor : wick













