KORDANEWS – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-80 pada 17 Agustus 2025, berbagai daerah mulai mempersiapkan diri menyambut momen bersejarah tersebut. Di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, semangat kemerdekaan terpancar kuat dari Tim Dayung Bidar “Group Cau Cauan” asal Desa Mayapati, Kecamatan Pemulutan Selatan, yang tengah memoles perahu kebanggaannya untuk berlaga di ajang bergengsi Lomba Bidar Sungai Musi di Palembang.
Perahu Bidar khas Ogan Ilir itu kini sedang menjalani proses servis dan pemolesan total. Mulai dari pengecatan ulang, perbaikan struktur, hingga penambahan ornamen nama dan ukiran tradisional khas daerah. Semua dilakukan demi menampilkan Bidar yang memukau—baik di mata juri maupun ribuan penonton yang akan memadati tepian Sungai Musi.
“Kalau tidak ada halangan, tahun ini kami yakin bisa rebut juara satu. Ini bukan cuma soal lomba, tapi juga soal harga diri dan membawa nama baik Pemkab Ogan Ilir,” ujar Jamid, pemilik Parahu Bidar, saat ditemui di lokasi latihan. Ia menambahkan bahwa seluruh anggota tim telah menjalani latihan intensif demi menampilkan performa terbaik.
Meski sempat gagal meraih juara dalam dua tahun terakhir, Tim Pemulutan Selatan tetap bertekad bangkit. Jamid secara terbuka mengungkap adanya dugaan permainan curang yang membuat perahu mereka kesulitan melaju.
“Dua tahun kemarin, kami terus ditekan ombak buatan. Air masuk banyak ke dalam perahu. Kalau tidak dicurangi, kami yakin Bidar kami tidak akan kalah,” tegasnya dengan nada penuh semangat.
Lomba Bidar Sungai Musi memang bukan sekadar perlombaan. Lebih dari itu, ajang tahunan ini merupakan bagian dari pelestarian budaya maritim yang telah diwariskan secara turun-temurun. “Kami tidak hanya ingin menang, tapi juga menunjukkan jati diri Ogan Ilir di hadapan masyarakat Sumsel,” pungkas Jamid.













