KORDANEWS – Fenomena “Rojali” di mall kota-kota besar di Indonesia memang menjadi perbincangan menarik, menggambarkan pergeseran fungsi mall dari sekadar pusat perbelanjaan menjadi ruang publik multifungsi. Rojali sendiri, singkatan dari “rombongan jarang beli”, merujuk pada sekelompok orang, umumnya anak muda, yang menghabiskan waktu berjam-jam di mall tanpa tujuan utama untuk berbelanja.
Fenomena Rojali: Ketika Mall Berubah Fungsi Jadi Ruang Publik Kota Besar
Mall-mall di kota besar Indonesia kini tak hanya ramai oleh para pembeli, tapi juga dipenuhi oleh apa yang populer disebut sebagai “Rojali” atau rombongan jarang beli. Fenomena ini bukan hal baru, namun semakin marak dan menarik untuk diulas, terutama dalam konteks peran mall sebagai ruang publik di tengah keterbatasan lahan dan alternatif hiburan.
Apa Itu Fenomena Rojali?
Fenomena Rojali mengacu pada tren di mana sekelompok individu, mayoritas anak muda atau remaja, menghabiskan waktu luang mereka di pusat perbelanjaan tanpa niat atau kemampuan finansial untuk berbelanja secara signifikan. Mereka datang ke mall bukan untuk membeli barang, melainkan untuk berbagai alasan lain yang menjadikan mall sebagai pusat interaksi sosial dan rekreasi.
Mengapa Mall Menjadi Magnet bagi Rojali?
Ada beberapa faktor kunci yang membuat mall menjadi tujuan utama bagi para Rojali:
Kenyamanan dan Fasilitas Gratis: Mall menawarkan fasilitas yang sulit ditemukan di ruang publik lain secara gratis, seperti pendingin udara, toilet bersih, Wi-Fi gratis, dan tempat duduk yang nyaman. Ini menjadikannya tempat pelarian yang ideal dari panasnya cuaca perkotaan dan hiruk pikuk jalanan.
Pusat Sosial dan Pertemuan: Bagi banyak anak muda, mall adalah tempat paling mudah untuk bertemu teman, nongkrong, atau sekadar melihat-lihat. Ini adalah titik kumpul yang aman dan mudah diakses, terutama dengan transportasi umum.
Hiburan dan Diversi: Meskipun jarang berbelanja, Rojali bisa menikmati hiburan gratis seperti melihat-lihat toko, window shopping, mengamati orang, atau bahkan hanya merasakan suasana keramaian. Beberapa mall juga memiliki area terbuka atau event yang bisa dinikmati tanpa biaya.
Status dan Gaya Hidup: Berada di mall, terutama mall-mall populer, dapat memberikan rasa “gaul” atau mengikuti tren gaya hidup perkotaan. Ini adalah bagian dari identitas sosial bagi sebagian kelompok.
Minimnya Alternatif Ruang Publik: Di banyak kota besar, ruang publik terbuka yang nyaman, aman, dan gratis seperti taman kota atau pusat komunitas masih terbatas. Mall, secara tidak langsung, mengisi kekosongan ini.
Dampak Fenomena Rojali bagi Mall dan Lingkungan Sekitar
Kehadiran Rojali membawa dampak positif maupun negatif:













