Selama lima bulan berjalan, menurut Novita, proses laporan berjalan lambat, bahkan dua bulan setelah laporan masuk, Aipda JW justru disebut menggelar resepsi pernikahan mewah pada April 2025.
Yang memprihatinkan, anak pertama DV dilaporkan mengalami gangguan psikologis setelah mengetahui ibunya kini dipanggil sebagai terlapor. “Anaknya histeris dan terus menangis. Kami akan mengajukan pemeriksaan psikologis serta permohonan perlindungan hukum ke Kapolri, Menteri PPPA, LPSK, dan lembaga perlindungan anak lainnya,” tegas Novita.
Hingga kini, proses penyelidikan terhadap kedua laporan tersebut masih berjalan.(mb)
Editor : Surya S













