Panen raya tersebut juga menjadi ajang dialog antara gubernur, Stafsus Mentan RI, dan para petani. Sejumlah aspirasi disampaikan langsung, mulai dari permintaan alat pertanian seperti combine harvester dan traktor, hingga kebutuhan pembangunan tanggul dan fiber penghalau hama tikus.
“Kita respons cepat. Untuk combine dan traktor roda dua sudah kita penuhi. Soal fiber, akan kita kaji lebih dalam efektivitasnya,” jelas Herman Deru di hadapan petani.
Pemerintah Provinsi Sumsel melalui APBN dan APBD telah menyalurkan bantuan benih untuk hampir 110.000 hektare lahan, termasuk program cetak sawah rakyat (CSR) seluas 48.000 hektare, serta optimalisasi lahan 32.747 hektare. Tak hanya itu, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) juga digelontorkan melalui Brigade Pangan.
Staf Khusus Menteri Pertanian RI, Prof. Herodian, turut mendukung langkah Pemprov Sumsel. Ia menyebut pihaknya akan mendorong kehadiran Pertamina di Kecamatan Karang Agung Ilir guna menurunkan biaya operasional petani melalui subsidi bahan bakar.
“Kami targetkan tahun ini perluasan sawah di Sumsel mencapai 100.000 hektar. Kami optimis Banyuasin bisa mendukung Sumsel jadi produsen beras nomor satu di Indonesia,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Staf Ahli Menteri Pertanian Dr. Suwandi, Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, Wakil Bupati Netta Indah, dan jajaran OPD dari Pemprov Sumsel.
Editor : Admin













