Sejak saat itu, pencarian korban dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Ogan Ilir bersama personel Basarnas dan warga sekitar.
Seorang warga Desa Burai yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa peristiwa tenggelamnya pemancing dari luar daerah ini merupakan yang pertama kali terjadi di desa mereka.
“Baru kali ini ada pemancing tenggelam di sungai kami. Dulu pernah memang ada warga sini yang meninggal tersambar petir saat di atas perahu, tapi kalau tenggelam belum pernah,” ujarnya.
Sungai Kelekar sendiri selama ini dikenal warga setempat sebagai lokasi memancing dan jalur transportasi air yang cukup aman, meski beberapa bagian memiliki arus yang kuat terutama saat musim hujan.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Pihak keluarga korban berharap agar Angga Rohlibi dapat segera ditemukan dalam keadaan apapun.(jml)
Editor : Surya S













