KORDANEWS – Seblak, hidangan berkuah pedas dengan kerupuk basah sebagai bahan utama, telah menjadi primadona kuliner di Indonesia. Rasanya yang gurih, pedas, dan kuahnya yang hangat seringkali jadi pilihan favorit, terutama di kala hujan atau saat ingin sensasi “nampol”. Namun, di balik kenikmatannya yang bikin nagih, seblak menyimpan beberapa bahaya untuk kesehatan yang jarang diketahui dan sering terabaikan. Penting bagi kita untuk memahami potensi risiko ini demi menjaga tubuh tetap sehat.
1. Kandungan Natrium (Garam) yang Sangat Tinggi
Salah satu bahaya utama seblak yang paling sering terlewatkan adalah kandungan natriumnya yang luar biasa tinggi. Bumbu instan, kaldu bubuk, topping seperti sosis dan bakso olahan, serta tambahan garam untuk rasa gurih yang kuat, semuanya berkontribusi pada asupan natrium berlebihan.
Risiko: Konsumsi natrium tinggi secara terus-menerus dapat menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi), yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung, stroke, dan kerusakan ginjal. Selain itu, kelebihan natrium juga bisa memicu retensi cairan atau pembengkakan.
2. Kalori dan Lemak Jenuh Berlebihan
Meskipun terlihat sederhana, seblak seringkali mengandung kalori yang cukup tinggi, terutama jika ditambahkan banyak topping seperti kerupuk, mi instan, sosis, bakso, ceker, telur, dan keju. Proses memasaknya yang sering menggunakan minyak berlebih untuk menumis bumbu juga menambah asupan lemak.
Risiko: Asupan kalori dan lemak jenuh berlebihan secara konsisten dapat meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung koroner, dan masalah kolesterol tinggi.
3. Masalah Pencernaan Akibat Tingkat Kepedasan Ekstrem
Bagi para pecinta pedas, seblak adalah surga. Namun, tingkat kepedasan yang ekstrem dari cabai rawit dalam jumlah banyak dapat memicu berbagai masalah pencernaan.
Risiko: Konsumsi pedas berlebihan dapat mengiritasi lapisan lambung dan usus, menyebabkan sakit perut, diare, mulas (heartburn), bahkan memperparah kondisi seperti GERD (asam lambung naik) atau sindrom iritasi usus besar (IBS).
4. Kurangnya Keseimbangan Gizi (Nutrisi Mikronutrien Minim)
Seblak pada dasarnya didominasi oleh karbohidrat olahan (dari kerupuk dan mi) dan protein dari topping olahan. Sayangnya, hidangan ini seringkali minim serat, vitamin, dan mineral penting lainnya yang diperlukan tubuh.
Risiko: Pola makan yang kurang seimbang nutrisi dapat menyebabkan defisiensi vitamin dan mineral, yang berdampak pada penurunan kekebalan tubuh, kelelahan, dan berbagai masalah kesehatan jangka panjang lainnya. Tubuh membutuhkan mikronutrien untuk berfungsi optimal, bukan sekadar “kenyang”.
5. Risiko Bahan Tambahan Makanan (MSG dan Pengawet)
Bumbu seblak instan atau tambahan bumbu penyedap seperti MSG (Monosodium Glutamat) seringkali digunakan untuk memberikan rasa gurih yang kuat. Topping olahan (sosis, bakso) juga biasanya mengandung pengawet dan aditif lainnya.













