KORDANEWS – Program Indeks Pertanaman (IP) 200 yang digagas pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Terpilih Prabowo Subianto mendapat sambutan positif dari kalangan petani di berbagai daerah. Salah satunya datang dari Rizki, anggota kelompok tani di Desa Pematang Bangsal, Kecamatan Pemulutan Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Rizki menyampaikan dukungannya terhadap program tersebut karena dinilai mampu mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Program IP 200 sangat bermanfaat karena mendorong kami untuk menanam dua kali dalam setahun. Ini jelas meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani,” ujarnya saat ditemui di lahan pertaniannya, Selasa, 29 Juli 2025.
Dalam pelaksanaannya, kelompok tani yang dipimpinnya telah menggunakan benih padi unggul jenis Ampari 47, yang merupakan bantuan langsung dari pemerintah pusat.
“Bibit ini sangat membantu kami dalam menjalankan musim tanam. Kami merasa terbantu, dan hasilnya cukup memuaskan,” tambah Rizki.
Namun di balik optimisme tersebut, para petani di daerah ini masih menghadapi sejumlah tantangan krusial, terutama menyangkut fasilitas pertanian. Rizki mengungkapkan, keterbatasan alat dan mesin pertanian (alsintan) menjadi kendala utama dalam proses pengolahan lahan.
“Kami masih sangat kekurangan alsintan. Memang ada bantuan seperti traktor, tapi jumlahnya terbatas. Di sini ada 15 kelompok tani, tidak semuanya memiliki alat sendiri, jadi harus bergiliran. Itu memperlambat proses tanam,” jelasnya.
Tak hanya itu, permasalahan pengairan juga menjadi hambatan yang belum terpecahkan. Petani di wilayah tersebut mengandalkan air dari sungai kecil yang lokasinya cukup jauh dan tidak terhubung langsung dengan Sungai Ogan.













