KORDANEWS -Sebagai orang tua, melihat si kecil demam tinggi setelah imunisasi tentu bisa membuat khawatir. Namun, demam setelah imunisasi adalah reaksi normal yang sebenarnya menunjukkan bahwa vaksin bekerja dengan baik di dalam tubuh anak. Demam ini adalah bagian dari proses alami sistem kekebalan tubuh yang sedang membangun perlindungan terhadap penyakit.
Demam: Tanda Tubuh Sedang Membangun Imunitas
Saat anak diimunisasi, tubuh mereka diperkenalkan dengan versi lemah atau tidak aktif dari virus atau bakteri penyebab penyakit. Ini bukan penyakit yang sebenarnya, melainkan “pelatihan” bagi sistem kekebalan tubuh.
Berikut adalah alasan mengapa demam bisa terjadi:
Respons Sistem Kekebalan Tubuh: Tubuh anak menganggap komponen vaksin sebagai “penyerbu” asing. Sebagai respons, sistem kekebalan tubuh akan aktif dan mulai memproduksi sel-sel kekebalan serta antibodi untuk melawan “penyerbu” tersebut. Proses inilah yang memicu peningkatan suhu tubuh atau demam. Demam adalah cara alami tubuh untuk menunjukkan bahwa respons imun sedang terjadi.
Pelepasan Zat Kimia: Selama proses ini, tubuh melepaskan zat kimia tertentu yang disebut sitokin. Sitokin ini bertindak sebagai sinyal bagi otak untuk meningkatkan suhu tubuh, yang kita kenal sebagai demam.
Efek Samping Umum: Demam adalah salah satu efek samping umum dari sebagian besar vaksin, terutama vaksin DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus), campak, gondongan, rubella (MMR), dan PCV (Pneumokokus). Tingkat demam bisa bervariasi pada setiap anak dan jenis vaksin.
Kapan Demam Ini Muncul dan Berapa Lama?
Demam umumnya muncul dalam beberapa jam hingga 24 jam setelah imunisasi.
Biasanya, demam ini akan mereda dalam 1-2 hari. Jika demam berlangsung lebih lama atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter.
Yang Bisa Dilakukan Orang Tua Saat Anak Demam Setelah Imunisasi
Meskipun demam adalah hal normal, orang tua bisa melakukan beberapa hal untuk membuat anak lebih nyaman:











