“Dari pemeriksaan, susu yang dibagikan merupakan campuran antara susu UHT, susu kental manis, dan tambahan gula. Anak-anak yang hanya meminum susu tersebut mengalami gejala, sedangkan yang hanya mengonsumsi roti tidak mengalami keluhan meski roti sudah mendekati masa kedaluwarsa,” ungkapnya.
Identitas pria yang membagikan makanan telah diketahui. Ia diketahui merupakan pedagang rujak yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah. Pria tersebut telah bertemu dengan wali murid dan dimintai keterangan oleh pihak Polsek Kalidoni.
“Kami sudah temui langsung orangnya. Ternyata niat dia baik, katanya sebagai nazar karena istrinya sedang hamil. Karena ada itikad baik, kami memilih untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan,” ujar Hugannah.
Meski tidak menempuh jalur hukum, pihak sekolah tetap meminta agar seluruh biaya pengobatan para siswa ditanggung oleh pihak yang bersangkutan. (Ndik)
Editor : Surya S













