Irit Bahan Bakar: Jika kamu mahir mengatur perpindahan gigi, motor bergigi bisa jauh lebih efisien dalam penggunaan BBM.
Performa Lebih Tangguh: Kontrol gigi manual memungkinkan pengendara mendapatkan torsi dan tenaga maksimal, sangat cocok untuk perjalanan jauh, tanjakan, atau medan yang menantang.
Perawatan Lebih Mudah (Sisi Mesin): Secara umum, komponen mesin dan transmisi manual dianggap lebih sederhana dan “bandel” dibanding CVT matic.
Harga Lebih Terjangkau: Motor bergigi umumnya punya harga beli yang lebih ramah di kantong dibandingkan motor matic dengan spesifikasi sepadan.
Kekurangan:
Kurang Praktis: Butuh keahlian dalam mengoperasikan kopling dan memindahkan gigi, terutama bagi pemula. Bisa melelahkan saat macet.
Kurang Nyaman: Di lalu lintas yang padat atau macet, penggunaan kopling dan perpindahan gigi yang terus-menerus bisa membuat tangan dan kaki cepat pegal.
Perawatan Lebih Kompleks (Sisi Transmisi/Kopling): Meskipun mesinnya bandel, perawatan pada sistem kopling atau gigi manual bisa lebih rumit jika terjadi masalah serius.
Kesimpulan: Sesuaikan dengan Gaya Hidupmu!
Menurut Honda Serimpi, pilihan terbaik antara motor matic dan motor bergigi sangat tergantung pada preferensi pribadi dan kebutuhan harianmu.
Jika kemudahan, kenyamanan, dan kepraktisan adalah prioritas utamamu, terutama untuk mobilitas di perkotaan yang padat, maka motor matic adalah pilihan yang tepat.
Namun, jika kamu mencari efisiensi bahan bakar, performa tangguh untuk perjalanan jauh, atau sering melewati medan menanjak/berat, dan tidak keberatan dengan pengoperasian gigi, maka motor bergigi akan menjadi teman setia yang lebih baik.
Jadi, jenis motor mana yang akan menemani petualanganmu selanjutnya di jalanan Indonesia?
Editor :sixs













